Tabir biru kian terbuka lebar,
Di penghujung tubuh yg kian membesar,
Gulita yg semakin melebar,
Serta kasih mu,, yg tak pernah bisa memudar...
.
Perkenalan pada sang Rabbi yg kian kau ajarkan,
Doa di penghujung malam yg tak pernah kau lewatkan,
Harapan besar yg kian kau haturkan,
Serta ribuan nasehat penyemangat yg kian menggetarkan...
.
Abuyya jaan, Abbu jaan, Ayah, Papa, atau ntah apalah panggilan tsb bisa di ucapkan..
Yang pasti,, kau tetap lah Super Hero yg kian tlah Allah ciptakan tuk mengajariku arti sebuah kehidupan yg sebenarnya...
.
Yg tak pernah ingin mendekati hal syubhat,
Yg mengajari tanpa berbicara lagi debat,
Membimbing dgn kepribadiannya yg bgitu hebat,
Serta Kalimat indah yg di lantunkan dgn bgitu memikat..
.
Tak pernah merasakan kehidupan pesantren,
Namun ketaqwaan pada sang Rabbi melebihi didikan pesantren.
Yg membuatnya kian terlihat beken,
Bahkan melampaui kata keren..😎
.
Lelaki pertama yg kian merasuki jiwa,
Yg Bgitu ku segani bak pangeran berwibawa,
Penghilang keterpurukan yg terkadang ku bawa,
Dan slalu mengingatkan bahwa umur kita dlm rahasia Sang Pemberi Nyawa...
.
Menuliskan ttg mu,, bagaikan musim semi,
Yg terlalu memikat hati,
Yg kian membuat rindu di kala sepi,
Serta keindahan yg nampak bak pelangi..
.
Ntah bgmn suatu rasa dpt terucap,
Yg pasti kalimat indah mu sll meresap,
Bak sinaran indah dlm gelap,
Penghapus gundah kala meratap...
.
Ahh sudahlah.. Kau terlalu berarti dalam hidup ini,.
Yg tak bs lagi ku pungkiri atas kenyataan ini...
Ala kulli hal..
Main tumse pyar karthee hoon..💕
.
Barokallah fii umrikum abuyya..
11-09-2018
.
_OyekJiddan_
Berkunjunglah untuk sekadar bercengkrama dan menikmati secangkir teh dan roma, atau hanya sekadar melewati pelataran rumah saja :). Just call me 'Oyek Jiddan'.
Jumat, 05 Oktober 2018
Puisi - Untuk Mu Lelaki Pertama Yang Mencintaiku
Puisi - Jangan Pernah Mainkan Arti Hati
Jangan pernah memainkan arti hati,
Karna ia bisa terasa mengepul bak polusi,
Dan terasa seolah erosi,
Bisa pula menjadi bak gumpalan buih,
Yang mana nanti kau menyesal sendiri.
.
Ia juga bisa membuat mu tak peduli mandi,
Menghabiskan waktu sendiri,
Berfikir panjang bak gerakan penari,
Hingga kau buta akan solusi
Lalu mati sambil berdiri..,
.
Ya.. Meski terkadang ia justru membuat mu kian bakti,
Menancapkan hasrat gemilang dalam hati,
Kian terasa kuat bak pijakan kaki,
Bahkan kejauhan terasa dekat bak pelari.
,,
Kau juga akan merasakan hilang nya rasa sedih,
Hingga hari mu kian happy,
Kau pun kian menari,
Lalu memotret diri,
Bersenda gurau seolah tiada celah di hati,
Hari2 mu pun kian terasa begitu berarti,
Tak peduli akan ucapan sana sini,
Yg penting jiwa raga terasa begitu suci.
Hingga kau hidup bersama nya sehidup semati, sesurga nan abadi,,.
Dan kau akan dapatkan itu semua pada diri yg sejati...
.
_OyekJiddan_
Kamis, 06 September 2018
Puisi untuk gempa lombok
Kala itu lempengan bumi kian tergeserkan,
Kala itu guncangan dasyat kian di rasakan,
Kala itu jantung ini seolah dgn kencang di debarkan,
Dan kala itu,, indah nya bulan seolah terpecahkan...
.
.
Entah apa yg terjadi pada diri yg kian menyepi.
Entah apa yg tlah di perbuat hingga terjadi bak erosi.
Dosa yg menumpuk seolah mimpi,
Ataukah ibadah yg tak sampai hati..
.
.
#Namun..
Tenanglah wahai insan..
Tak perlu kau panik hingga pingsan.
Tak perlu kau fikirkan soal bantuan.
Dan tak perlu kau berlaku bak pangeran..
.
Karna sebenarnya,,,
Ini hanya tentang sebuah 'Penantian'..
.
Menanti nikmat Allah yg kian besar,
Menanti balasan atas sgala rasa sabar,
Menanti kehidupan yg jauh lebih baik seantero luar,
Dan menanti sebuah keajaiban dengan sadar...
.
.
#و كفى بالله شهيدا
.
_OyekJiddan_
Rabu, 29 Agustus 2018
Pencaksilat Alkautsar Algontory
Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian seolah gerhana, yg muncul kian pasti.
Meski diri harus menanti.
Yg membuat sedih kian terobati.
Seolah kalian lah penyejuk hati.
Bagiku kalian bgitu berarti,
Karna kalian lah permata hati,
Penghibur diri kala sepi..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian bagaikan mentari,
Yg menyinari lubuk hati,
Yg menjd penghangat diri,
Kala dingin kian dihadapi.
Yg sll kehadirannya dinanti.
Yg sll menyapa sang pagi,,
Pengganti rembulan kala ia pergi,
Tanpa ingin membiarkan diri sendiri..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian seolah sekoci ditengah bahtera,
Yg sll membuat semangat membara,
Yg kian membuat rindu semakin parah,
Yg kian membawa pd tujuan ter-arah,.
Seolah sll bercanda ria bak pasangan mesra,
Pengobat duka, peredam amarah.
Pencipta rasa, tiada dua.
Hingga jiwa mengenangnya, seolah tlah tertancap anak panah..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian bagaikan selembar uang kertas,
Yg hanya terbuat dr kertas,
Tp bs tuk membeli tas.
Yg kala resah mengguyur keras,
Kalian pun datang dgn secangkir kopi dan sepiring adas.
Yg bs menciptakan generasi berkelas atas.
Meski terkadang,,
Kau datang pd waktu yg tdk pas,
Tp kalian takkan pernah ku biarkan lepas..
.
.
Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Maafkan sy yg hanya cuma2 dalam memberi,
Namun smoga target kita berujung pasti,
Dan sgala amanat dijalankan dgn penuh kreasi.
Mungkin hanya tulisan bak puisi,
Namun smua ini sy tulis dgn tulus dr hati.
Jangan lupa tuk terus maju dlm ber-atraksi,
Sy @oyekjiddan cukup skian dan trimakasih...
.
#ulangtahunpencaksilat 1th
#28-08-2017
28082018
.._OyekJiddan_
Kamis, 16 Agustus 2018
Belajar dari senja
Terkadang kita harus banyak belajar dari senja yg terlihat bgitu memikau...
Kehadiran nya bgitu menyejukkan hati,
Namun ia pergi tetap dengan permisi.
Pergi,, menghilang perlahan tanpa menyakiti.
Tak pernah berjanji bahwa ia akan kembali,,
Namun, ia slalu membuktikan bahwa ia pasti kembali.
Ia slalu menyapa seolah berucap salam sebelum rembulan menghadirkan diri.
Ia pun slalu menghadirkan senyuman yg tertuai.
Slalu menemani ufuk barat dalam sepi...
Dan ia,, slalu memancarkan sinar merah nya di kala sunyi.
Seolah tak ingin,,, Membiarkan nya sendiri...
.
_OyekJiddan_
Sabtu, 11 Agustus 2018
Tuan yang membingungkan
Kala itu seolah rembulan dapat tergenggam,
Seolah iringan orbit begitu terasa mengitari,
Seolah tuan berambisi tuk ikut tenggelam,
Sedang rasa, kian tlah memenuhi diri.
.
Terkadang jiwa ikut bingung atas tingkah lakunya,
Hingga rerumputan pun ikut heran melihat nya,
Hingga mentari semakin silau di buatnya,
Lalu sang kejora pun jatuh atas nya.
.
Terkadang tuan melambaikan tangan nya
Terkadang tuan memancarkan tawa nya
Terkadang tuan seolah terkesima atas nya
Terkadang tuan seolah tak ingin jauh dari nya
Terkadang tuan menyalurkan kalimat indah nan menyejukkan hati
Terkadang tuan menumbuhkan hasrat gemilang
Terkadang pula, tuan kian membuat diri tak ingin jauh dari nya...
Namun...
Entah mengapa, tuan terkadang memang membingungkan,
Hingga dedaunan seolah ikut heran terhadap nya,,
Terkadang tuan memulai, namun mengakhiri.
Terkadang tuan berbicara, namun terdiam.
Terkadang tuan berambisi, namun terenyuh.
Terkadang tuan tertawa, namun penuh duka.
Terkadang tuan tersenyum, namun mengernyitkan dahi.
Terkadang tuan menjadi sahabat, namun berubah seolah musuh.
Terkadang tuan muncul, namun menghilang tanpa jejak.
Terkadang tuan berlari, namun tak sampai.
Terkadang tuan menulis, namun tak tau untuk siapa kian di tulis.
Terkadang pula tuan hidup, namun seolah mati tanpa bekas.
.
Penghuni langit pun kian heran di buat nya...
Entah untuk apa ia singgah sejenak lalu pergi tanpa kabar dan salam,,
Entah untuk apa ia melewati tanpa menegur sang alam,,
Dan entah untuk apa ia kembali jikalau hanya untuk pelampiasan sang malam,,
.
.
Guntur yg kian bergema pun seolah ikut heran di buat nya...
Kalimat nya selalu membuat diri meleleh,
Hingga rembulan pun ikut tersenyum melihat wajah nya,
Begitu pula dengan gerak - gerik nya yang begitu menawan,
Hingga pepohonan seolah tunduk di lewati nya,,
.
Namun,,
Ia memang benar - benar membingungkan.,,
Hingga musim semi, seolah menjadi musim gugur seketika..
Entah kemana ia berlabuh,
Entah dimana ia mengaduh,
Dan entah dengan siapa ia beradu,
.
Mungkin memang benar - benar tlah lupa
Mungkin memang benar - benar tlah di lupa...
.
Namun dalam hembusan sang angin,
Seolah ku merasakan dekat nya detak jantung itu...
.
Smoga lekas bersua.. 😢
._OyekJiddan_
Rabu, 01 Agustus 2018
Hati yang terlupa
Terimakasih yg tlah datang lalu pergi.
Terumakasih yg tlah mampir tanpa kembali.
Terimakasih yg tlah meluangkan untuk mengisi.
Dan Terimakasih atas sgala canda yg berujung ilusi.
.
Hati bukan hanya tempat menebar rasa.
Hati tak hanya untuk menerima hiburan semata.
Hati tak hanya untuk mengenang duka.
Dan tak hanya tuk berlabuh sementara.
.
Lebih baik tak perlu kau datang menghampiri.
Lebih baik tak perlu kau palsukan kata pada diri.
Lebih baik tak perlu kau ucap kalimat manis itu sendiri.
Karna diri ini tak hanya untuk pelampiasan kau semata hati.
.
Menyesal tlah menganggap lebih.
Menyesal tlah berharap pada Allah yg tak pasti.
Menyesal tlah berdoa dengan hati.
Dan menyesal tlah menggunakan perasaan dalam hati.
.
Smua tlah tampak layaknya kelabu biru, mendung lagi usang.
Seolah tudung yg tak terpasang.
Seolah kau tak kenal tandus nya padang.
Hingga hati,, kini seolah mati tak di pandang...
.
Salam bagi diri mu yg sempat hadir.
Salam bagi kalimat manis mu yg tlah mengendalikan ku bak montir.
Salam bagi hati mu yg beku tak mencair.
Tapi Mungkin, inilah yg di namakan taqdir.
.
.
.
Jangan kau lakukan smua ini pada orang lain. Cukup diri ini saja yg kau jadikan pelampiasan,, korban bersenjata tajam tak nampak ini. 😔
.
.
Smoga Allah taqdir kan kau dengan manusia sabar lagi taat.
Yg bisa menjaga mu dengan ketat.
Tanpa ada lagi harapan palsu yg melekat.
Apalagi cinta beralamat kan kalimat.
.
.
_Oyekjiddan_