Terimakasih yg tlah datang lalu pergi.
Terumakasih yg tlah mampir tanpa kembali.
Terimakasih yg tlah meluangkan untuk mengisi.
Dan Terimakasih atas sgala canda yg berujung ilusi.
.
Hati bukan hanya tempat menebar rasa.
Hati tak hanya untuk menerima hiburan semata.
Hati tak hanya untuk mengenang duka.
Dan tak hanya tuk berlabuh sementara.
.
Lebih baik tak perlu kau datang menghampiri.
Lebih baik tak perlu kau palsukan kata pada diri.
Lebih baik tak perlu kau ucap kalimat manis itu sendiri.
Karna diri ini tak hanya untuk pelampiasan kau semata hati.
.
Menyesal tlah menganggap lebih.
Menyesal tlah berharap pada Allah yg tak pasti.
Menyesal tlah berdoa dengan hati.
Dan menyesal tlah menggunakan perasaan dalam hati.
.
Smua tlah tampak layaknya kelabu biru, mendung lagi usang.
Seolah tudung yg tak terpasang.
Seolah kau tak kenal tandus nya padang.
Hingga hati,, kini seolah mati tak di pandang...
.
Salam bagi diri mu yg sempat hadir.
Salam bagi kalimat manis mu yg tlah mengendalikan ku bak montir.
Salam bagi hati mu yg beku tak mencair.
Tapi Mungkin, inilah yg di namakan taqdir.
.
.
.
Jangan kau lakukan smua ini pada orang lain. Cukup diri ini saja yg kau jadikan pelampiasan,, korban bersenjata tajam tak nampak ini. 😔
.
.
Smoga Allah taqdir kan kau dengan manusia sabar lagi taat.
Yg bisa menjaga mu dengan ketat.
Tanpa ada lagi harapan palsu yg melekat.
Apalagi cinta beralamat kan kalimat.
.
.
_Oyekjiddan_
Berkunjunglah untuk sekadar bercengkrama dan menikmati secangkir teh dan roma, atau hanya sekadar melewati pelataran rumah saja :). Just call me 'Oyek Jiddan'.
Rabu, 01 Agustus 2018
Hati yang terlupa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar