Minggu, 25 Oktober 2020

Buku Puisi Berjudul PERSASUP - Percikan Sajak Puisi Kehidupan

 

Spesifikasi Buku :

Judul Buku : PERSASUP (Percikan Sajak Puisi Kehidupan)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Puisi Kehidupan

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-623-283-722-5

Penerbit : Guepedia

Terbit : Oktober 2020


INFORMASI PEMBELIAN :

Untuk pembelian, dapat dilihat di sini atau melalui toko-toko online beratasnamakan Guepedia. 

Website , Tokopedia , Bukalapak , Tokotalk , Facebook , Instagram .


SINOPSIS :

HIDUP INI-ITU

/1/

Terkadang,

Hidup ini bak lembaran buku :

kala kau tak menyukai satu halaman

maka beralihlah pada halaman selanjutnya

sebab untuk menetap,

tentu hanya kesiaan semata.


/2/

Hidup ini bak puisi

Saat ini boleh saja kau menulisnya,

namun kau takkan pernah tahu

kapan kau dapat membacakannya.


(2019-2020)


NB : Apabila ada yang perlu ditanyakan, silahkan bertanya melalui kolom komentar atau langsung menghubungi penulis :).

Sekian dan Terimakasih.

Hormat Kami,

Oyek Jiddan.

Buku Puisi Berjudul PERSASA - Percikan Sajak Puisi Manusia

 

Spesifikasi Buku :

Judul Buku : PERSASA  (Percikan Sajak Puisi Manusia)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Kumpulan Puisi Perjalanan

Penerbit : Guepedia

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-623-281-921-4

Terbit : Oktober 2020


INFORMASI PEMBELIAN :

Untuk pembelian, dapat dilihat di sini atau melalui toko-toko online beratas namakan Guepedia. 

Website , Tokopedia , Bukalapak , Tokotalk , Facebook , Instagram

SINOPSIS :

MANUSIA BEGINI

/1/

Kenalilah manusia,

Ia bak lima jari yang kian berbeda

Dimana kala satu jari tiada

Niscaya kekuatan seluruhnya akan hampa,

lagi tak tahu arah.


/2/

Begitulah manusia,

kala sesuatu itu hadir,

kian disia-siakan

namun kala pergi,

kian dicari-cari,

disesali,

dan berharap ia akan kembali.

(2019)


Jikalau ada yang perlu ditanyakan, silahkan bertanya melalui kolom komentar, atau hubungi penulis. Terimakasih


Hormat kami,

Oyek Jiddan

Buku Puisi Berjudul PERSASI - Percikan Sajak Puisi Hati

 

Spesifikasi Buku :

Judul : PERSASI (Percikan Sajak Puisi Hati)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Puisi Romance

Penerbit : Guepedia 

Ukuran : 14 x 21 cm

Terbit : Oktober 2020

ISBN : 978-623-294-654-5

SINOPSIS :

MEMANG SUKA BEGITU

/1/

Rindu memang suka begitu,

Ia biarkan jiwa merasa,

namun tak juga dapat bertatap mata

ataukah ia bertugas untuk merenggut segala asa?

/2/

Rindu memang terlalu curang

ia biarkan seseorang merasa

namun ia biarkan begitu saja

tanpa memberi pengobat luka.

/3/

dan ialah kerinduan,

yang hadir terpendam

di balik ampas kopi

yang kian terabaikan.


(2019)


INFORMASI PEMBELIAN :

Lihat di sini atau melalui link berikut :

Website

Tokopedia

Bukalapak

Tokotalk

Facebook

Instagram

Apabila masih ada pertanyaan, silahkan menuliskannya di kolom komentar atau hubungi penulis :).

Terimakasih.

Hormat Kami,

Oyek Jiddan.

Sabtu, 24 Oktober 2020

MY NEW POEM BOOKS RELEASED! : PERSASI, PERSASA, PERSASUP

 

Buku-buku baru saya bulan ini berkesempatan untuk terbit pada bulan yang sama dan hanya selisih 1-2 hari waktu perilisan : sama-sama terbit pada bulan Oktober. Berbeda dengan buku pertama saya yang berbentuk "Novel" Lihat di sini, buku-buku saya kali ini hadir dalam bentuk "kumpulan puisi". Puisi-puisi ataupun sajak yang terdapat dalam buku-buku ini lahir dari rahim sosial media bernama story instagram , dimana saya hampir setiap hari membuat story berisi sebait puisi atau sajak setiap harinya. Adapun periode yang tercantum ialah terhitung sejak 2018-2020. Namun sebagian besar tentu berasal dari kumpulan puisi tahun 2019-2020. Waktu saya untuk memilah-milah kelayakan puisi-puisi yang telah saya hadirkan dalam buku ini pun tergolong cukup singkat, hanya 1-2 hari. Adapun keunggulan buku-buku puisi saya kali ini dari buku sejenis lainnya ialah terletak pada alur penulisan. Yang mana, apabila para pembaca berhasil meresapi setiap diksi dalam puisi-puisinya, maka pembaca akan menemukan bahwa antara puisi satu dengan yang lainnya (apabila dibaca secara berurutan) akan membentuk sebuah kisah perjalanan. Perjalanan cinta (dalam buku PERSASI), perjalanan manusia yang kadangkala merasa sedih, letih, emosi, dicinta ataupun dibenci (dalam buku PERSASA), serta perjalanan kehidupan yang lebih kurang hanya berujung pada kematian dan menjemput ridho-Nya (dalam buku PERSASUP). 

Gimana kawan-kawan, pasti penasaran kan dengan isi yang terkandung dalam buku-buku puisi tersebut? :)

Segera miliki buku Anda!

Untuk pemesanan, tersedia di Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Tokotalk, Facebook, Instagram, ataupun di Website Guepedia semua akun-akun atau toko online tersebut atas nama Guepedia yaa kawan.. :)

Sekian dan Terimakasih!

Selamat menikmati aroma diksi-diksi puisi yang membuatmu jatuh hati dan merasakan getaran indah dalam sepi. :)


Salam kami,

Oyek Jiddan.

Selasa, 17 Maret 2020

COVID-19 dan Politik : antara Kekuatan dan Kekuasaan

Masih ingat dengan salah satu halaman buku novel fiksi yg pernah saya buat SW? Yang menyatakan tentang COVID 19 yg akan terjadi pada tahun 2020 padahal novel tersebut telah diterbitkan pada tahun 1981?

Semakin maraknya virus ini, semakin banyaknya himbauan di seluruh dunia tentang "menyeramkannya" virus ini pula, membuat saya semakin curiga. Sebetulnya ada apa di balik kejadian ini? Padahal secara medis, penyakit TBC jauh lebih memprihatinkan dibandingkan COVID 19.

Saya pernah membaca buku karya Garry D GRAY pada tahun 2017, saat saya baru saja lulus setingkat SMA.
Ia adalah seorang mantan militer US yg mualaf sebab menyadari betapa dholimnya US, bahkan ia sempat menjadi buronan sebab telah mengungkap kedholiman US dalam bukunya.
Dalam bukunya ia menuliskan, bahwa virus HIV adalah ciptaan US yang sengaja ia buat untuk mempermudah dirinya menguasai dunia. Sudah tau bukan cita-cita terbesar US dari zaman purba? "Ingin Menguasai Dunia".

Perang dagang antara US dan China sedang panas-panasnya. Bahkan US ikut ketakutan dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi China.

Oktober 2019, pekan olahraga militer se-dunia. Diadakan di kota Wuhan. US mengirimkan 17 cabang olahraganya ke sana, ada 17 team yang masuk, dengan total 280 peserta atlet. Dan dari mereka, ada yg diutus untuk mengunjungi Pasar Induk Huanan, Wuhan.

Dan dua minggu setelah itu, COVID-19 pertama kali lahir di Wuhan.

Seluruh dunia panik, ratusan ribu nyawa berhamburan, ribuan liter air mata bercucuran, dan kesepian, melanda setiap jalanan.

Saat saya membuka kembali novel fiksi tahun 1981, yang berisikan tentang adanya COVID-19 tahun 2020. Ternyata benar, novel berjudul "The Eyes of Darkness" itu telah diterbitkan di New York yang tak lain adalah bagian dari negara pemilik kekuasaan itu.

Dua hari yg lalu, Abi mengajak saya berdiskusi mengenai polemik yang sedang terjadi di dunia saat ini. Sebab segala sesuatu tidak ada yang kebetulan, setiap kejadian pasti ada pelajaran yang dapat diperbincangkan. Dan COVID-19, agaknya bermula dari kekuasaan. Ada unsur politik yang menjelma menjadi penyakit. Sebab novel fiksi itu tidak mungkin hanya sekadar kebetulan, jelas dengan penulisannya "2020" pula.

Diskusi dengan abi berakhir dengan adanya tanggapan kami bahwa COVID-19 pasti ada unsur politik. Beliau mengaitkan kejadian ini dengan peristiwa 1998, saat Presiden kedua Republik Indonesia tiba-tiba menuruti perintah IMF yang menyebabkan USD yang tadinya hanya 2000an rupiah menjadi 15.000an rupiah, dan hingga saat ini sangat sulit diturunkan kembali.

Dengan adanya COVID-19 yang dapat dikaitkan dengan unsur politik. US tentu dapat memenangkan kuasanya dari China, sebab seluruh dunia telah mengutuknya. Bahkan kawan-kawan saya yang sedang melanjutkan studinya di timur tengah pun merasakan imbasnya. Seluruh orang Asia mendapatkan julukan baru, "Pembawa Corona", dari kawan dekatnya sekalipun.

Namun semoga segala pertikaian ini segera berakhir. Oh, bukan. Bukan pertikaian, melainkan semoga penyebaran Coronavirus ini segera berakhir dan jalanan kembali ramai, aktivitas pencarian ilmu di bangku sekolah dan kuliah dapat terlaksana kembali seperti sedia kala. Dan semoga para manusia kembali lebih takut pada Penciptanya, bukan pada COVID-19 yang kian merajalela.

Salam Hormat Saya,
Oyek Jiddan