Senin, 25 Juni 2018

Mengadu pada sang pencipta

Memang terkadang hati tak unggul dalam hal penataan,
Memang terkadang lisan tak kuasa tuk mengadu sgala rasa,
Memang terkadang raga tak sanggup menahan sgala beban,
Atas sgala percobaan yg kian menyentuh lubuk hati terdalam...
.
Terkadang merasa bahwa diri selalu serba salah,,
Memang Allah terlalu adil tuk menguji setiap hamba nya..
.
Dulu, kala diri masih duduk bertitle 'santri' saya tak ingin meninggalkan waktu liburan dengan hanya sekedar bersenda gurau nan penuh kesenangan, dengan prinsip bahwa hidup adalah perjuangan,, berjuang tuk membahagiakan orang sekitar, terutama orang tua yg kian bersungguh2 nan penuh jerih payah tuk kesuksesan dan kebahagiaan para anak-anak nya,
Kala itu saya selalu menyempatkan diri tuk membuka buku saya sembari menambah ilmu dan pemahaman akan sgala hal, meski kondisi sedang liburan..
.
Tapi, justru perbuatan saya tersebut tak acuh dalam pandangan beberapa orang, saya justru di tegur dengan kata2 halus yg membuat otak saya sering kali terfikirkan akan hal tsb karna kata yg bermakna menentang perbuatan saya tsb, di kata nya pada saya "Masa kerjaan kau ini cuma belajar, belajar doang? ".
Saya hanya terdiam saat itu, hanya introspeksi diri, dan bertanya2 pada diri, Apakah perbuatan yg tlah saya lakukan ini salah?, bukan kah saya hanya ingin menjadi anak yg diinginkan dan diharapkan orang tua saya? Meski mungkin kala saya membuka buku pada waktu yg kurang tepat,, baiklah, mungkin memang salah saya,,
Tp atas teguran tadi, tetap saja otak saya tak bisa berpaling tuk memikirkan setiap kata tersebut... 😩
.
Kala kelulusan tlah tiba dan saya bisa benar2 dinyatakan sebagai alumni yg sah,
Saya slalu mengingat pesan ayah saya, "Usahakan sgala kebiasaan baik di pondok juga di terapkan di rumah, meski skarang tak lagi dalam lingkup pondok pesantren".
Baiklah, saya memang senang menganggap perkataan yg simple adalah perkataan berharga dan menyongsong tuk mengubah hidup menjadi lebih baik,
Saya pun berusaha melaksanakan pesan tersebut dengan baik dan benar,
Di mulai dari puasa sunnah, berlomba dalam mengkhatamkan Al-Qur'an, tak melewatkan solat sunnah, solat fardhu tepat waktu, dan amalan2 baik lainnya, hingga seketika itu saya pernah membaca Al-Qur'an sehari 20 juz hanya ingin mengkhatamkan Qur'an sebanyak2 nya,,
Tp ternyata,, Respon tak mengelokkan pun kian saya dapatkan kembali,
Kembali saya di tegur dengan perkataan semacam itu, halus namun memberikan efek kasar dan mengakibatkan otak saya kembali berputar dan memikirkan setiap pucuk kata tersebut dikala sendiri,
Dikatakan nya pada saya "Kerjaan kau itu klo ga ngaji, solat, tidur itu saja".
Ya Allah..
Bak hantaman kuat lagi keras yg kian melegam dalam sanubari terdalam,
Bak gemuruh guntur menggelegar jiwa yg kian terdekam...
.
Saya ini bukanlah orang yg baik,
Saya hanya seorang pengembara yg berusaha kembali dengan keadaan baik,,
Saya ini bukanlah orang jenius yg sekali baca langsung hafal hingga berabad2 kemudian,
Saya pun harus mengulang2 hafalan Al-Qur'an saya dengan penuh kesungguhan,,
Saya bukan lah orang yg baik,
Yg setiap kata dan doa yg di panjatkan pasti mustajabah,
Saya hanya berusaha menambal dosa saya dengan amalan tambahan yg jarang orang lakukan,,
Saya bukan lah orang yg sempurna, apalagi merasa sempurna,, Naudzubillah...
Sungguh,,
Apalagi dengan puasa qodho yg kian saya lakukan 10 hari berturut2,
Saya hanya tak ingin, dikala nyawa saya tiba2 di ambil sedang masih ada tanggungan puasa yg belum saya laksanakan,, Naudzubillah...
.
Saya tak tau kapan malaikat maut menghampiri,
Saya tak tau kapan detak jantung tak berdegup kembali,
Saya tak tau kapan nafas tak berhembus lagi,
Saya tak tau kapan hati tak merasa lagi,
Saya tak tau kapan pandangan terkaburkan,
Saya tak tau kapan gendang telinga tak terfungsikan lagi,
Saya tak tau kapan sel otak terputuskan dari fungsi nya,
Saya tak tau kapan lisan tak lagi bisa bersenadu riang dengan ayat2 Nya,
Dan saya tak tau,, apakah setelah detik ini masih adakah ruh dalah raga atau kah tidak...
.
Saya hanya tak ingin smua itu terjadi tanpa adanya amal ibadah sebagai kawan saya,,
Saya hanya tak ingin smua itu terjadi dengan penyesalan tak terkira bak terukir dalam surat Al-baqarah..
.
Itu saja,, tak lebih..
.
Memang terkadang, kata2 tajam itu membuat saya tak bisa berkonsentrasi dengan baik, memupuskan sgala harapan yg kian menggantung dalam diri,
Membuat saya benar2 berfikir ratusan kali dimana study akan saya lanjutkan,,
Tak ingin mendengar kata2 semacam itu lagi yg membuat study saya hancur berkeping, hingga hilang rasa juang yg tlah saya bina dengan penuh kesungguhan dan ketelitian...
.
.
اللهم سهل أموري.. اللهم يسر و لا تعسر..
نعوذ بالله من عمل المنكر و السيئة...
أعوذ بالله من الجهيل في العمل و الصفة و التفكير و الروحنية...
و أسألك الجنة الأولى في الآخرة...

_Oyekjiddan_

Jumat, 22 Juni 2018

Petuah Perkenalan - Oyek Jiddan

Adakala dimana kita harus mengenal seseorang dalam jangka waktu panjang,
Agar kita tau sifat asli seseorang tersebut.
Adakala dimana kita harus mendekati seseorang yg baru di kenal,
Agar tau beberapa faktor mengenai kehidupan nya.
Adakala dimana kita harus memasang antena penuh ingin tau terhadap seseorang,
Agar kita bisa mengerti apa yg selalu ia geruti dalam hidup nya.
Bahkan mungkin,, adakala dimana kita harus benar2 hidup bersama dan menjalankan hidup bersama seseorang,
Hingga kita tau benar kepribadian orang tersebut secara detail, dari setiap sisi..
.
Bahkan menjadi keluarga atau bahkan saudara kandung pun, kadangkala tak cukup tuk mengerti suatu kepastian, kepastian mengenai saudara nya sendiri,
Kepastian mengenai karakter yg benar2 di miliki nya..
.
Atau bahkan, anak rantau yg jarang bertemu sanak keluarga,,
Terkadang sang orang tua pun tak mengerti, bahwa anak nya tlah berubah,
Perkembangan yg terlalu pesat yg mengantarkan pola fikir yg sama,,.
.
Terkadang terasa serba salah,
Atau mungkin memang benar2 salah yg berkepanjangan, karna ketiadaan suatu nasehat yg tepat,, bukan, bukan nasehat nya yg tak tepat, melainkan cara menyampaikan nasehat tersebut mungkin yg kurang tepat sasaran,,
Hingga berujung pada keterpurukan berkala, dan rasa malas yg tak terkita tuk menggeluti suatu kebaikan yg biasa ia lakukan namun tlah dianggap salah org kebanyakan orang...
.
الله يهدينا إلى صراط المستقيم... 
_Oyek Jiddan_

Puisi Sepi

Kala jiwa bergetar bimbang
Kala raga mendekap lubang
Kala hati terhatur rindu menjulang
Dan kala rasa menjalin penopang,
.
Seolah emosi tak bisa terkendali
Seolah lisan tak kenal ucapan letih
Seolah fikiran terbawa nafsu perih
Dan seolah masalah merambat lagi,
.
Mungkin memang salah tlah terungkap
Memang berkata tak boleh gagap
Memang pribadi tak boleh sekedar mangap
Dan kini bak ikan kakap terdekap,
.
Sebenarnya diri ini ingin tenang
Sebenarnya hati ini ingin senang
Sebenarnya raga ini ingin berjiwa matang
Apalagi dengan kesuksesan mendatang,
.
Kini, apalagi bisa di cari
Apalagi bisa di jadikan solusi
Siapa lagi yg bisa mencair kan suasana ini
Selain hanya sang pencipta alam semesta ini?
.
Menceritakan suatu masalah pada manusia hanya berujung nasehat berkala yg kadang tak bisa di tangkap jernih oleh kepala, terkadang berujung pada celetukan berkesan menjengkelkan lagi sapaan yg bisa memanaskan suasana yg tlah bersuhu dingin,,
Atau bahkan bisa menampakkan musuh terpanah sepanjang hidup atas kejadian yg diawali dengan hal sepele,
Lagi2 memutuskan tali silaturahim dan memunculkan akhir yg meniti masa lalu kelam yg ingin skali padam...
.
Tapi,
Dikala bercerita pada Allah sang pencipta,
Atas sgala perkataan kan di terima,
Atas sgala tangisan kan di tampung,
Atas sgala harapan kan di kenang,
Dengan ujung yg menyenangkan,
Langsung bersolusi, bahkan di gantikan oleh hal yg terbaik dan lebih baik dari sebelumnya,,
Tanpa meminta imbalan,
.
Jikalau Allah mencintai seorang hamba, maka akan di datangkan padanya berupa suatu ujian, agar ia kuat dan semakin kuat...
.
Hingga surga firdaus menantinya dengan penuh kebahagiaan...
.
Yaa Allah..
Naudzubillah min amalil munkar,
Tawaffani bi husnil khootimah..
Aamiin
.
_OyekJiddan_

Selasa, 19 Juni 2018

Puisi Rasa

Bak gemericik air terdengar syahdu,
Bak gelombang air laut menebus pilu,
Seolah dedaunan bertebaran debu,
Seolah mentari penyinar kalbu...
.
.
Melangkah dengan gagap gempita
Pencari jalan dalam gelap gulita
Pengikut arah seolah gurita,
Nan pencari tempat singgah bak di eropa..
.
.
_oyek jiddan_

Rabu, 23 Mei 2018

Perpisahan yg kunjung tiba

Kala sang fajar kian menampakkan dirinya dari ufuk timur...
Kala itu, hari itu, adalah waktu dan kejadian yg takkan pernah terlupa.
Setelah 10 bulan sudah sy mengabdikan diri di pondok pesantren al-kautsar al-gontory yang terletak di aiknyambuk aikmel lombok timur nusa tenggara barat.
Hari ini 1 tahun yg lalu, tepat pd tanggal 7 ramadhan 1438 H sy di utus oleh bapak pimpinan pondok modern darussalam gontor unt mengabdikan diri di tempat tsb.
Memang sempat kaget di awal mula, tapi Allah memang terlalu adil tuk menetapkan suatu hal pd setiap hambanya.
Tepat pada tanggal 5 juli 2017 unt pertama kali nya saya menginjakkan kaki di bumi alkautsar algontory yg seolah tlah menjadi rumah ketiga bagi sy setelah rumah pribadi dan gontor, melihat suasana yg memang tak pernah saya temukan sebelumnya.
Seiring berjalan nya waktu, dalam waktu pengabdian yg hanya 1 tahun, sy tak ingin hari2 bergulir bgitu saja nan sia2. Ya, sy ingin sepulang nya sy dr pengabdian meninggalkan kisah bersejarah baik di pondok maupun di lubuk hati terdalam.
Akhirnya, sy berinisyatif tuk mengeluarkan segala kemampuan yg sy punya, hingga Alhamdulillah tepat pd tanggal 28 agustus 2017 kurang lebih sy dpt mendirikan perguruan seni beladiri pencak silat tapak suci di pondok pesantren al-kautsar al-gontory setelah mengadakan beberapa penampilan2 di hari2 sebelumnya dalam beberapa acara pondok.
Memang penuh perjuangan, namanya juga mengadakan sesuatu yg tak pernah ada, dari mengajarkan cara memukul yg benar, menendang yg benar, pernapasan dls.
Dari yg tak tau apa2 hingga tau segalanya, dari yg tak berkeinginan menjadi pemilik tekad nan keinginan yg kuat.
Subhanallah wahamdulillah,, smua berjalan dengan lancar, hingga saya dpt mengadakan perlombaan, peetandingan yg mana mereka ikuti dgn penuh semangat juang tuk memperebutkan sebuah medali dan piala, bayaran atas jerih payah mreka pd tanggal 23-2-2018 pembagian hadiahnya.
26 januari 2018 kenaikan tingkat dan pembagian sabuk kuning pertama kali dengan ismayatun hayati sbg pemeroleh nilai tertinggi .
Hingga pada tanggal 2-6 april 2018, ujian kenaikan tingkat kembali yg mana Alhamdulillah smua jurus tlah slesai di pelajari pd tgl 26-3-2018. Dan pd tanggal 9 april 2018 pembagian sabuk kembali dgn ismayatun hayati kembali menjd pemeroleh nilai tertinggi, stelah itu diikuti oleh mia gustina dan i'in kurnia dgn melati 3.
22-4-2018 ujian kembali diadakan unt ismayatun hayati, mia gustina, dan i'in kurnia tuk memperebutkan tingkat selanjutnya.
25 april 2018, pembagian sabuk stelah rentetan ujian kian di rasa. Dan ismayatun hayati kembali menjd pemeroleh nilai tertinggi, dan ia berhasil mendpt kan sabuk biru sebagai kader dasar tapak suci, lalu mia gustina mendpt kan melati 4, serta iin kurnia yg setia dgn melati 3 nya. 
16 mei 2018, saat itu tinggal 3 hari lagi sy bisa bersama dgn mrk, sebelum usai nya masa pengabdian sy. Sy pun mengadakan ujian terakhir kalinya unt mreka bertiga sekaligus penulisan kesan dan pesan slama sy mengabdi bersama mreka di pondok pesantren al-kautsar al-gontory.
Dan keesokan harinya, sy membagikan sertifikat hasil ujian mereka, sekaligus pemberian kenang2an berupa vandel bertuliskan pencak silat al-kautsar al-gontory kpd tiap2 mereka.
18-05-2018 pembagian sabuk pun diadakan sekaligus pembacaan sumpah, dan mia gustina lah pemeroleh tingkatan kader dasar tapak suci unt kali ini. Semoga para pendapat amanah ini dpt menjalankan amanah nya dgn baik n benar, penuh tanggung jawab, dan dpt menjlnkan segala janji yg tlah mereka ucapkan dgn penuh kejujuran dan keikhlasan. Aamiin. .
19 mei 2018.. Saat dmana hati bergejolak dendram, seolah jiwa kian berkelana, seolah awan tak lagi berlukis di atas Sang langit.. Ya, sy harus meninggalkan ponpes alkautsar algontory saat itu, mungkin kaki ini terasa begitu ringan mengangkat nya, tp hati,, seolah tak ingin berpisah dgn para pejuang2 pencak silat, yg tlah sy bina demikian rupa, yg tlah menghapus kesedihan yg dirasa, yg tlah menghilangkan keletihan dgn kata, dan mreka yg tlah melukis kisah penuh makna dalam kehidupan yg sy jalani, yg mana takkan pernah sy dapatkan dan sy rasakan di luar sana,, ya Allah.. Mereka terlalu berharga bagi sy, mereka terlalu luar biasa,, Terlalu punah tuk di temukan, Yaa Allah jaga lah mreka dmanapun mreka berada, berikanlah mereka kekuatan tuk menjalankan amanah yg sedang di pikul dgn baik n benar, sesuai yg diinginkan n di harapkan, dan smoga mrk dpt melaksanakan segala janji2 yg tlah mreka ucapkan dgn penuh rasa tanggung jawab yg tinggi.. Aamiin.. Jangan lupakan pelatih pertama mu ,para pejuang2 hebat ku.. 😊
@mia gustina-5 @ismayatun hayati-4 @i'in kurnia-1x @baiq widya ningsih-1x @anjas banowati-1x @anim-2 @Zilfiyani-2 @Himmatul hasanah-2 @zahwa annisa-1
Serta @gina handayani @surusina putri @fitriana astuti yg tlah menggugurkan diri.
N yg terkhususkan @ismayatun hayati pemegang amanah terberat serta @mia gustina setelahnya. .
Dan para kadiroh yg wajib meneruskan pencak silat di ponpes alkautsar algontory @ismayatun hayati @mia gustina @i'in kurnia @anjas banowati..
Semoga Allah beri kalian kekuatan dan rasa tanggung jawab yg tinggi.. Setinggi langit.
"Karna orang cerdas bukanlah ia yg sll mendptkan nilai tertinggi di kelas/sekolahnya melainkan ia yg pandai dlm mengamalkan ilmunya. Smoga Allah pertemukan kita kembali dgn kesuksesan yg tlah melekat kuat dlm diri kita masing2...
Aiknyambuk, 19th of may 2018