Kala jiwa bergetar bimbang
Kala raga mendekap lubang
Kala hati terhatur rindu menjulang
Dan kala rasa menjalin penopang,
.
Seolah emosi tak bisa terkendali
Seolah lisan tak kenal ucapan letih
Seolah fikiran terbawa nafsu perih
Dan seolah masalah merambat lagi,
.
Mungkin memang salah tlah terungkap
Memang berkata tak boleh gagap
Memang pribadi tak boleh sekedar mangap
Dan kini bak ikan kakap terdekap,
.
Sebenarnya diri ini ingin tenang
Sebenarnya hati ini ingin senang
Sebenarnya raga ini ingin berjiwa matang
Apalagi dengan kesuksesan mendatang,
.
Kini, apalagi bisa di cari
Apalagi bisa di jadikan solusi
Siapa lagi yg bisa mencair kan suasana ini
Selain hanya sang pencipta alam semesta ini?
.
Menceritakan suatu masalah pada manusia hanya berujung nasehat berkala yg kadang tak bisa di tangkap jernih oleh kepala, terkadang berujung pada celetukan berkesan menjengkelkan lagi sapaan yg bisa memanaskan suasana yg tlah bersuhu dingin,,
Atau bahkan bisa menampakkan musuh terpanah sepanjang hidup atas kejadian yg diawali dengan hal sepele,
Lagi2 memutuskan tali silaturahim dan memunculkan akhir yg meniti masa lalu kelam yg ingin skali padam...
.
Tapi,
Dikala bercerita pada Allah sang pencipta,
Atas sgala perkataan kan di terima,
Atas sgala tangisan kan di tampung,
Atas sgala harapan kan di kenang,
Dengan ujung yg menyenangkan,
Langsung bersolusi, bahkan di gantikan oleh hal yg terbaik dan lebih baik dari sebelumnya,,
Tanpa meminta imbalan,
.
Jikalau Allah mencintai seorang hamba, maka akan di datangkan padanya berupa suatu ujian, agar ia kuat dan semakin kuat...
.
Hingga surga firdaus menantinya dengan penuh kebahagiaan...
.
Yaa Allah..
Naudzubillah min amalil munkar,
Tawaffani bi husnil khootimah..
Aamiin
.
_OyekJiddan_
Kala raga mendekap lubang
Kala hati terhatur rindu menjulang
Dan kala rasa menjalin penopang,
.
Seolah emosi tak bisa terkendali
Seolah lisan tak kenal ucapan letih
Seolah fikiran terbawa nafsu perih
Dan seolah masalah merambat lagi,
.
Mungkin memang salah tlah terungkap
Memang berkata tak boleh gagap
Memang pribadi tak boleh sekedar mangap
Dan kini bak ikan kakap terdekap,
.
Sebenarnya diri ini ingin tenang
Sebenarnya hati ini ingin senang
Sebenarnya raga ini ingin berjiwa matang
Apalagi dengan kesuksesan mendatang,
.
Kini, apalagi bisa di cari
Apalagi bisa di jadikan solusi
Siapa lagi yg bisa mencair kan suasana ini
Selain hanya sang pencipta alam semesta ini?
.
Menceritakan suatu masalah pada manusia hanya berujung nasehat berkala yg kadang tak bisa di tangkap jernih oleh kepala, terkadang berujung pada celetukan berkesan menjengkelkan lagi sapaan yg bisa memanaskan suasana yg tlah bersuhu dingin,,
Atau bahkan bisa menampakkan musuh terpanah sepanjang hidup atas kejadian yg diawali dengan hal sepele,
Lagi2 memutuskan tali silaturahim dan memunculkan akhir yg meniti masa lalu kelam yg ingin skali padam...
.
Tapi,
Dikala bercerita pada Allah sang pencipta,
Atas sgala perkataan kan di terima,
Atas sgala tangisan kan di tampung,
Atas sgala harapan kan di kenang,
Dengan ujung yg menyenangkan,
Langsung bersolusi, bahkan di gantikan oleh hal yg terbaik dan lebih baik dari sebelumnya,,
Tanpa meminta imbalan,
.
Jikalau Allah mencintai seorang hamba, maka akan di datangkan padanya berupa suatu ujian, agar ia kuat dan semakin kuat...
.
Hingga surga firdaus menantinya dengan penuh kebahagiaan...
.
Yaa Allah..
Naudzubillah min amalil munkar,
Tawaffani bi husnil khootimah..
Aamiin
.
_OyekJiddan_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar