Senin, 21 Juni 2021

NOVEL "BERKENDARA UNTUK HIDUP" KARYA OYEK JIDDAN - SINOPSIS


 Spesifikasi Buku :

Judul : Berkendara Untuk Hidup

Penulis : Oyek Jiddan

Terbit : Juni 2021

Genre : Keluarga, Perjalanan, Motivasi, Misteri

ISBN : 978-623-338-129-1

Penerbit : Jejak Publisher

Halaman : 284 Pages

Size : 14 x 20 cm

Sinopsis 

    Fardan. Demikianlah setiap orang menyebutku dengan ringannya. Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Namun bagiku, tak melangkah maka takkan bisa berjuang. Dengan kata lain, tak kenal pun tak apa asal mendapatkan ruang untuk melangkah. Sebab tak memiliki ruang gerak lebih menyedihkan, daripada tak memiliki kawan, pikirku saat itu. Dari kecil, aku hidup dengan pemikiran yang penuh akan tanda tanya. Hingga terkadang, kakak kandungku bernama Hilya itu kian kewalahan untuk menjawab setiap pertanyaanku yang terus bercabang, dari satu pertanyaan yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan-pertanyaan lain. Namun kesabarannya yang begitu besar, selalu dapat mengalahkan rasa kewalahan itu. Hingga tiada sekalipun aku mendengar kata keluhan dari lisannya, pun tiada sekalipun gestur tubuh yang menyatakan adanya rasa keluhan itu yang aku temukan.

Oh ya, dan inilah kisahku bersama kendaraan yang sering kali kusebut sebagai kehidupan...

Keunggulan Buku :

1. Terdapat lebih dari 50 kosa kata bahasa asing

2. Terdapat sekitar 10 bahasa asing

3. Mengisahkan gaya arsitektur masjid-masjid di negara mayoritas muslim

4. Terdapat banyak sekali pesan yang dapat dipetik perihal pelajaran kehidupan

5. Kisah antara adik dan kakak yang penuh kasih sayang


Get yours fast!

Tersedia di sini , di sini , atau dapat menghubungi penulis langsung!


Regards,

Oyek Jiddan

Minggu, 25 Oktober 2020

Buku Puisi Berjudul PERSASUP - Percikan Sajak Puisi Kehidupan

 

Spesifikasi Buku :

Judul Buku : PERSASUP (Percikan Sajak Puisi Kehidupan)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Puisi Kehidupan

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-623-283-722-5

Penerbit : Guepedia

Terbit : Oktober 2020


INFORMASI PEMBELIAN :

Untuk pembelian, dapat dilihat di sini atau melalui toko-toko online beratasnamakan Guepedia. 

Website , Tokopedia , Bukalapak , Tokotalk , Facebook , Instagram .


SINOPSIS :

HIDUP INI-ITU

/1/

Terkadang,

Hidup ini bak lembaran buku :

kala kau tak menyukai satu halaman

maka beralihlah pada halaman selanjutnya

sebab untuk menetap,

tentu hanya kesiaan semata.


/2/

Hidup ini bak puisi

Saat ini boleh saja kau menulisnya,

namun kau takkan pernah tahu

kapan kau dapat membacakannya.


(2019-2020)


NB : Apabila ada yang perlu ditanyakan, silahkan bertanya melalui kolom komentar atau langsung menghubungi penulis :).

Sekian dan Terimakasih.

Hormat Kami,

Oyek Jiddan.

Buku Puisi Berjudul PERSASA - Percikan Sajak Puisi Manusia

 

Spesifikasi Buku :

Judul Buku : PERSASA  (Percikan Sajak Puisi Manusia)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Kumpulan Puisi Perjalanan

Penerbit : Guepedia

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-623-281-921-4

Terbit : Oktober 2020


INFORMASI PEMBELIAN :

Untuk pembelian, dapat dilihat di sini atau melalui toko-toko online beratas namakan Guepedia. 

Website , Tokopedia , Bukalapak , Tokotalk , Facebook , Instagram

SINOPSIS :

MANUSIA BEGINI

/1/

Kenalilah manusia,

Ia bak lima jari yang kian berbeda

Dimana kala satu jari tiada

Niscaya kekuatan seluruhnya akan hampa,

lagi tak tahu arah.


/2/

Begitulah manusia,

kala sesuatu itu hadir,

kian disia-siakan

namun kala pergi,

kian dicari-cari,

disesali,

dan berharap ia akan kembali.

(2019)


Jikalau ada yang perlu ditanyakan, silahkan bertanya melalui kolom komentar, atau hubungi penulis. Terimakasih


Hormat kami,

Oyek Jiddan

Buku Puisi Berjudul PERSASI - Percikan Sajak Puisi Hati

 

Spesifikasi Buku :

Judul : PERSASI (Percikan Sajak Puisi Hati)

Penulis : Brilliant Windy K.

Genre : Puisi Romance

Penerbit : Guepedia 

Ukuran : 14 x 21 cm

Terbit : Oktober 2020

ISBN : 978-623-294-654-5

SINOPSIS :

MEMANG SUKA BEGITU

/1/

Rindu memang suka begitu,

Ia biarkan jiwa merasa,

namun tak juga dapat bertatap mata

ataukah ia bertugas untuk merenggut segala asa?

/2/

Rindu memang terlalu curang

ia biarkan seseorang merasa

namun ia biarkan begitu saja

tanpa memberi pengobat luka.

/3/

dan ialah kerinduan,

yang hadir terpendam

di balik ampas kopi

yang kian terabaikan.


(2019)


INFORMASI PEMBELIAN :

Lihat di sini atau melalui link berikut :

Website

Tokopedia

Bukalapak

Tokotalk

Facebook

Instagram

Apabila masih ada pertanyaan, silahkan menuliskannya di kolom komentar atau hubungi penulis :).

Terimakasih.

Hormat Kami,

Oyek Jiddan.

Sabtu, 24 Oktober 2020

MY NEW POEM BOOKS RELEASED! : PERSASI, PERSASA, PERSASUP

 

Buku-buku baru saya bulan ini berkesempatan untuk terbit pada bulan yang sama dan hanya selisih 1-2 hari waktu perilisan : sama-sama terbit pada bulan Oktober. Berbeda dengan buku pertama saya yang berbentuk "Novel" Lihat di sini, buku-buku saya kali ini hadir dalam bentuk "kumpulan puisi". Puisi-puisi ataupun sajak yang terdapat dalam buku-buku ini lahir dari rahim sosial media bernama story instagram , dimana saya hampir setiap hari membuat story berisi sebait puisi atau sajak setiap harinya. Adapun periode yang tercantum ialah terhitung sejak 2018-2020. Namun sebagian besar tentu berasal dari kumpulan puisi tahun 2019-2020. Waktu saya untuk memilah-milah kelayakan puisi-puisi yang telah saya hadirkan dalam buku ini pun tergolong cukup singkat, hanya 1-2 hari. Adapun keunggulan buku-buku puisi saya kali ini dari buku sejenis lainnya ialah terletak pada alur penulisan. Yang mana, apabila para pembaca berhasil meresapi setiap diksi dalam puisi-puisinya, maka pembaca akan menemukan bahwa antara puisi satu dengan yang lainnya (apabila dibaca secara berurutan) akan membentuk sebuah kisah perjalanan. Perjalanan cinta (dalam buku PERSASI), perjalanan manusia yang kadangkala merasa sedih, letih, emosi, dicinta ataupun dibenci (dalam buku PERSASA), serta perjalanan kehidupan yang lebih kurang hanya berujung pada kematian dan menjemput ridho-Nya (dalam buku PERSASUP). 

Gimana kawan-kawan, pasti penasaran kan dengan isi yang terkandung dalam buku-buku puisi tersebut? :)

Segera miliki buku Anda!

Untuk pemesanan, tersedia di Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Tokotalk, Facebook, Instagram, ataupun di Website Guepedia semua akun-akun atau toko online tersebut atas nama Guepedia yaa kawan.. :)

Sekian dan Terimakasih!

Selamat menikmati aroma diksi-diksi puisi yang membuatmu jatuh hati dan merasakan getaran indah dalam sepi. :)


Salam kami,

Oyek Jiddan.

Selasa, 17 Maret 2020

COVID-19 dan Politik : antara Kekuatan dan Kekuasaan

Masih ingat dengan salah satu halaman buku novel fiksi yg pernah saya buat SW? Yang menyatakan tentang COVID 19 yg akan terjadi pada tahun 2020 padahal novel tersebut telah diterbitkan pada tahun 1981?

Semakin maraknya virus ini, semakin banyaknya himbauan di seluruh dunia tentang "menyeramkannya" virus ini pula, membuat saya semakin curiga. Sebetulnya ada apa di balik kejadian ini? Padahal secara medis, penyakit TBC jauh lebih memprihatinkan dibandingkan COVID 19.

Saya pernah membaca buku karya Garry D GRAY pada tahun 2017, saat saya baru saja lulus setingkat SMA.
Ia adalah seorang mantan militer US yg mualaf sebab menyadari betapa dholimnya US, bahkan ia sempat menjadi buronan sebab telah mengungkap kedholiman US dalam bukunya.
Dalam bukunya ia menuliskan, bahwa virus HIV adalah ciptaan US yang sengaja ia buat untuk mempermudah dirinya menguasai dunia. Sudah tau bukan cita-cita terbesar US dari zaman purba? "Ingin Menguasai Dunia".

Perang dagang antara US dan China sedang panas-panasnya. Bahkan US ikut ketakutan dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi China.

Oktober 2019, pekan olahraga militer se-dunia. Diadakan di kota Wuhan. US mengirimkan 17 cabang olahraganya ke sana, ada 17 team yang masuk, dengan total 280 peserta atlet. Dan dari mereka, ada yg diutus untuk mengunjungi Pasar Induk Huanan, Wuhan.

Dan dua minggu setelah itu, COVID-19 pertama kali lahir di Wuhan.

Seluruh dunia panik, ratusan ribu nyawa berhamburan, ribuan liter air mata bercucuran, dan kesepian, melanda setiap jalanan.

Saat saya membuka kembali novel fiksi tahun 1981, yang berisikan tentang adanya COVID-19 tahun 2020. Ternyata benar, novel berjudul "The Eyes of Darkness" itu telah diterbitkan di New York yang tak lain adalah bagian dari negara pemilik kekuasaan itu.

Dua hari yg lalu, Abi mengajak saya berdiskusi mengenai polemik yang sedang terjadi di dunia saat ini. Sebab segala sesuatu tidak ada yang kebetulan, setiap kejadian pasti ada pelajaran yang dapat diperbincangkan. Dan COVID-19, agaknya bermula dari kekuasaan. Ada unsur politik yang menjelma menjadi penyakit. Sebab novel fiksi itu tidak mungkin hanya sekadar kebetulan, jelas dengan penulisannya "2020" pula.

Diskusi dengan abi berakhir dengan adanya tanggapan kami bahwa COVID-19 pasti ada unsur politik. Beliau mengaitkan kejadian ini dengan peristiwa 1998, saat Presiden kedua Republik Indonesia tiba-tiba menuruti perintah IMF yang menyebabkan USD yang tadinya hanya 2000an rupiah menjadi 15.000an rupiah, dan hingga saat ini sangat sulit diturunkan kembali.

Dengan adanya COVID-19 yang dapat dikaitkan dengan unsur politik. US tentu dapat memenangkan kuasanya dari China, sebab seluruh dunia telah mengutuknya. Bahkan kawan-kawan saya yang sedang melanjutkan studinya di timur tengah pun merasakan imbasnya. Seluruh orang Asia mendapatkan julukan baru, "Pembawa Corona", dari kawan dekatnya sekalipun.

Namun semoga segala pertikaian ini segera berakhir. Oh, bukan. Bukan pertikaian, melainkan semoga penyebaran Coronavirus ini segera berakhir dan jalanan kembali ramai, aktivitas pencarian ilmu di bangku sekolah dan kuliah dapat terlaksana kembali seperti sedia kala. Dan semoga para manusia kembali lebih takut pada Penciptanya, bukan pada COVID-19 yang kian merajalela.

Salam Hormat Saya,
Oyek Jiddan

Selasa, 01 Oktober 2019

The Key of Success : Ikhlas atas Ketetapan-Nya

Masih tentang 'Kunci Kesuksesan'. Dan lagi-lagi kisah perjuangan kawan saya yang mana baru saja saya mendengar kabar baik darinya yang telah lama berjuang. Yap, baru saja ia mendapatkan petunjuk atau hikmah dari sebuah kejadian yang kian ia alami. Seperti biasa, agaknya kisah ini tertulis dengan begitu panjangnya. Namun semoga dapat memberikan pelajaran berharga dan dapat memantik hikmah bagi para pembaca. 😊
Baru saja saya kembali mendapat kabar bahagia dari kawan seperjuangan saya ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir dulu. Ya, sebut saja namanya "SARI". Saya tahu betul gigih perjuangan nya untuk meraih gerbang kesuksesan selama masa sekolah dulu. Ia termasuk dalam kategori kawan 'karib' saya sejak kami duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Yap, enam tahun kami berada dalam satu tanah sekolah. Sekolah kami memang tergolong dalam sekolah yang begitu "strick" dalam memberikan nilai ujian. Tidak akan ada yang bisa ataupun berani mencontek saat ujian, nilai ujian kami adalah benar-benar 100% murni hasil jerih payah kami. Tak heran, seringkali murid yang lalai dalam belajar sedikit saja, ia tentu akan tinggal kelas hingga memakan waktu sekolah lebih lama dari biasanya. 

Seringkali saya memergoki mata Sari yang membengkak lagi wajahnya yang begitu merah. (Ya, maklum, dia adalah sosok wanita yang memiliki kulit begitu putih lagi bersih). Dan seringkali pula, saya tidak menanyakan sebab dari kebengkakan matanya itu, sebab saya tahu, terkadang seseorang yang sedang atau baru saja menangis tentu tidak nyaman jikalau diajak berbicara apalagi ditanya sebab dari tumpahnya air matanya tersebut. Saya hanya memerhatikan gerak-geriknya usai ia menangis, hingga beberapa saat usai tangisannya mereda dan warna kulit wajahnya telah kembali normal, saya sedikit mengajaknya berinteraksi. Dan rupanya benar, ia sedang kesulitan memahami beberapa pelajaran dan memiliki "rasa takut gagal".

Agaknya hampir seluruh murid di sekolah kami pasti pernah merasakan adanya "takut gagal" itu. Bagaimana tidak? Pelajaran dengan buku-buku super tebal harus kami lahap habis hanya dalam waktu yang begitu singkat agar dapat menjawab segala macam bentuk soal-soal ujian. Dan jikalau kami gagal, tentu kami akan menjadi murid yang begitu terkenal seantero sekolah kami ini. Belum lagi ditambah dengan rasa malu plus orangtua yang akan merasakan kekecewaan begitu mendalam. Ah, tak kuasa kami membayangkannya. 

Saya pun pernah satu kelas dengannya, saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, setara dengan kelas sebelas lebih tepatnya. Kami seringkali melakukan 'refleksi otak', dengan cara bernapas dengan candaan ringan saat jam istirahat tiba. Sering bertukar pikiran, saling mendoakan saat ujian, atau bahkan hingga membeli jajanan ringan bersama-sama. Sapaan disetiap kali adanya pertemuan di antara kami pun, tak pernah kami lewatkan. Hingga saling meledek dengan tawa yang ikhlas, agaknya telah mendarah daging pada diri kami. Ah, itulah. Ia adalah sosok kawan yang tiada dua. 😂

Usai gelar kelulusan telah menancap pada tubuh kami, dan saya telah memulai perkuliahan. Keheningan mulai saya rasakan tanpa mendapatkan kabar lagi darinya. Namun, Alhamdulillah beberapa bulan pada awal perkuliahan saya (2018) saya kembali mendapatkan kontaknya melalui grub angkatan yang memang ramai dengan nomor-nomor whatsapp cantik milik kawan-kawan seperjuangan itu. Dan, rupanya ia telah memulai perkuliahannya di salah satu universitas (yang tergolong terkenal dengan kampus cabang yang dimilikinya yang terletak di seluruh Indonesia) di kota Sidoarjo, dan kebetulan ia pun berasal dari kota tersebut. Hingga sekitar bulan Januari 2019, ia bertanya kepada saya mengenai tatacara untuk dapat melanjutkan kuliah tingkat sarjana di Mesir atau Sudan. Rupanya ia berniat untuk melanjutkan kuliahnya di negara tersebut, hingga jikalau memang Allah taqdirkan ia untuk dapat mengenyam mimpinya, tentu kuliahnya di kampus Sidoarjo itu akan ia lepas. Saya pun memberi masukan padanya mengenai tata cara untuk meraih mimpinya di Negeri Kinanah atau Negeri Dua Nil tersebut dengan hangat plus sedikit kata-kata penyemangat.

Singkat cerita, rupanya ia menggugurkan mimpinya untuk melanjutkan kuliah di Timur Tengah tersebut. Sebab adanya beberapa kendala dan hal-hal yang harus ia pertimbangkan lebih lanjut. Tak apa, pasti ada hikmah di balik sebuah kejadian, gumam saya. Hingga akhirnya ia tetap mengenyam masa studi sarjana nya di kampus lamanya itu. 

Dimulai dari beberapa hari yang lalu, seringkali ia mengajak saya berdiskusi secara online mengenai beberapa polemik kehidupan serta beberapa pelajaran kuliah tertentu, saya pun menerimanya dengan begitu hangat, sebab hal ini tentu dapat me-refresh ulang pelajaran saya yang bisa jadi telah saya lupa. Sambil menambah wawasan yang belum tentu saya tahu juga. Hingga tepat pada tanggal 01 Oktober 2019, ia baru saja berani bercerita pada saya. Rupanya ia sedang berada di Malaysia untuk mengenyam masa studinya selama satu semester ke depan sebagai student exchange dari kampusnya dari tiga orang terpilih (fully funded). Yassalam, Allah memang terlalu romantis pada setiap hambanya. Tidak sampai di situ saja, dekan program studinya di kampus juga berkata padanya, "Anda belum ada keinginan untuk menikah sebelum lulus S1 bukan? Sebab saya akan membimbing anda hingga anda dapat mengenyam studi Magister di Timur Tengah dengan di bawah naungan beasiswa!". MashaAllah. Seketika itu tanpa sadar mata saya tidak kuasa lagi membendung buliran air mata. Sebab saya tahu betul, perjuangan ia dan kegigihannya agar dapat menerima segala ilmu dengan mudah nan lancar. Hingga ia pun sempat merasakan adanya "hampir putus asa" sebab tidak dapat meneruskan mimpinya untuk kuliah sarjana di Timur Tengah, namun akhirnya ia ikhlas. Hingga dari keikhlasan itulah, pada akhirnya Allah antarkan ia pada gerbang kesuksesan yang sesungguhnya. Seolah-olah dikatakan padanya, "ini lho ganti dari rasa ikhlas kau untuk melepaskan". Ah, kuasa-Nya seolah tak dapat lagi di ukirkan dengan kata-kata. 

Saya jadi teringat pada salah satu potongan ayat dalam kitab suci Al-Qur'an yang terletak pada surat Ali Imron ayat 159 :

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Yap. Pada intinya manusia tidak akan pernah sendiri. Manusia tidak akan pernah berjuang sendirian selama Allah masih melekat kuat dalam dadanya. Tawakkal di sini pun agaknya mengandung sedikit kata tersirat ; ikhlas saat tak mendapatkannya dan bersyukur saat mendapatkannya. Saya jadi teringat dengan pesan ibu saya yang selalu saya pegang dengan begitu erat, "Di manapun, kapanpun, dan bagaimanapun kau. Selalu camkan, Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Sebab kita tak tau, rencana atau keinginan kita yang manakah yang Allah ridhoi". Dan tak lupa pula pada pesan ayah saya, sebagaimana yang telah saya cantumkan pada tulisan saya sebelumnya, "Bahwa manusia hanya dapat berusaha dan berdo'a. Perihal hasil itu urusan Allah, kita tak perlu mencampuri urusan-Nya".

Itulah seuntai kisah yang semoga dapat memberikan pelajaran bagi para pembaca. Bahwa sukses tak pandang bulu. Cukup sekian tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat dan mengundang banyak gairah kecintaan kita untuk meraih ridho Allah. Mohon maaf jikalau ada kesalahan penulisan maupun perkataan. Jikalau ada kesalahan sesungguhnya datangnya hanya dari saya, dan jikalau ada kebaikan sesungguhnya datangnya hanya dari Allah semata.

Selamat Merebut Ridho Allah..  😊

_OyekJiddan_