Rabu, 29 Agustus 2018

Pencaksilat Alkautsar Algontory

Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian seolah gerhana, yg muncul kian pasti.
Meski diri harus menanti.
Yg membuat sedih kian terobati.
Seolah kalian lah penyejuk hati.
Bagiku kalian bgitu berarti,
Karna kalian lah permata hati,
Penghibur diri kala sepi..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian bagaikan mentari,
Yg menyinari lubuk hati,
Yg menjd penghangat diri,
Kala dingin kian dihadapi.
Yg sll kehadirannya dinanti.
Yg sll menyapa sang pagi,,
Pengganti rembulan kala ia pergi,
Tanpa ingin membiarkan diri sendiri..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian seolah sekoci ditengah bahtera,
Yg sll membuat semangat membara,
Yg kian membuat rindu semakin parah,
Yg kian membawa pd tujuan ter-arah,.
Seolah sll bercanda ria bak pasangan mesra,
Pengobat duka, peredam amarah.
Pencipta rasa, tiada dua.
Hingga jiwa mengenangnya, seolah tlah tertancap anak panah..
.
.
#Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Kalian bagaikan selembar uang kertas,
Yg hanya terbuat dr kertas,
Tp bs tuk membeli tas.
Yg kala resah mengguyur keras,
Kalian pun datang dgn secangkir kopi dan sepiring adas.
Yg bs menciptakan generasi berkelas atas.
Meski terkadang,,
Kau datang pd waktu yg tdk pas,
Tp kalian takkan pernah ku biarkan lepas..
.
.
Pencaksilat Alkautsar Algontory..
Maafkan sy yg hanya cuma2 dalam memberi,
Namun smoga target kita berujung pasti,
Dan sgala amanat dijalankan dgn penuh kreasi.
Mungkin hanya tulisan bak puisi,
Namun smua ini sy tulis dgn tulus dr hati.
Jangan lupa tuk terus maju dlm ber-atraksi,
Sy @oyekjiddan cukup skian dan trimakasih...
.
#ulangtahunpencaksilat 1th
#28-08-2017

28082018
.._OyekJiddan_

Kamis, 16 Agustus 2018

Belajar dari senja

Terkadang kita harus banyak belajar dari senja yg terlihat bgitu memikau...

Kehadiran nya bgitu menyejukkan hati,
Namun ia pergi tetap dengan permisi.
Pergi,, menghilang perlahan tanpa menyakiti.
Tak pernah berjanji bahwa ia akan kembali,,
Namun, ia slalu membuktikan bahwa ia pasti kembali.
Ia slalu menyapa seolah berucap salam sebelum rembulan menghadirkan diri.
Ia pun slalu menghadirkan senyuman yg tertuai.
Slalu menemani ufuk barat dalam sepi...
Dan ia,, slalu memancarkan sinar merah nya di kala sunyi.
Seolah tak ingin,,, Membiarkan nya sendiri...
.
_OyekJiddan_

Sabtu, 11 Agustus 2018

Tuan yang membingungkan

Kala itu seolah rembulan dapat tergenggam,
Seolah iringan orbit begitu terasa mengitari,
Seolah tuan berambisi tuk ikut tenggelam,
Sedang rasa, kian tlah memenuhi diri.
.
Terkadang jiwa ikut bingung atas tingkah lakunya,
Hingga rerumputan pun ikut heran melihat nya,
Hingga mentari semakin silau di buatnya,
Lalu sang kejora pun jatuh atas nya.
.
Terkadang tuan melambaikan tangan nya
Terkadang tuan memancarkan tawa nya
Terkadang tuan seolah terkesima atas nya
Terkadang tuan seolah tak ingin jauh dari nya
Terkadang tuan menyalurkan kalimat indah nan menyejukkan hati
Terkadang tuan menumbuhkan hasrat gemilang
Terkadang pula, tuan kian membuat diri tak ingin jauh dari nya...
Namun...
Entah mengapa, tuan terkadang memang membingungkan,
Hingga dedaunan seolah ikut heran terhadap nya,,
Terkadang tuan memulai, namun mengakhiri.
Terkadang tuan berbicara, namun terdiam.
Terkadang tuan berambisi, namun terenyuh.
Terkadang tuan tertawa, namun penuh duka.
Terkadang tuan tersenyum, namun mengernyitkan dahi.
Terkadang tuan menjadi sahabat, namun berubah seolah musuh.
Terkadang tuan muncul, namun menghilang tanpa jejak.
Terkadang tuan berlari, namun tak sampai.
Terkadang tuan menulis, namun tak tau untuk siapa kian di tulis.
Terkadang pula tuan hidup, namun seolah mati tanpa bekas.
.
Penghuni langit pun kian heran di buat nya...
Entah untuk apa ia singgah sejenak lalu pergi tanpa kabar dan salam,,
Entah untuk apa ia melewati tanpa menegur sang alam,,
Dan entah untuk apa ia kembali jikalau hanya untuk pelampiasan sang malam,,
.
.
Guntur yg kian bergema pun seolah ikut heran di buat nya...
Kalimat nya selalu membuat diri meleleh,
Hingga rembulan pun ikut tersenyum melihat wajah nya,
Begitu pula dengan gerak - gerik nya yang begitu menawan,
Hingga pepohonan seolah tunduk di lewati nya,,
.
Namun,,
Ia memang benar - benar membingungkan.,,
Hingga musim semi, seolah menjadi musim gugur seketika..
Entah kemana ia berlabuh,
Entah dimana ia mengaduh,
Dan entah dengan siapa ia beradu,
.
Mungkin memang benar - benar tlah lupa
Mungkin memang benar - benar tlah di lupa...
.
Namun dalam hembusan sang angin,
Seolah ku merasakan dekat nya detak jantung itu...
.
Smoga lekas bersua..  😢

._OyekJiddan_

Rabu, 01 Agustus 2018

Hati yang terlupa

Terimakasih yg tlah datang lalu pergi.
Terumakasih yg tlah mampir tanpa kembali.
Terimakasih yg tlah meluangkan untuk mengisi.
Dan Terimakasih atas sgala canda yg berujung ilusi.
.
Hati bukan hanya tempat menebar rasa.
Hati tak hanya untuk menerima hiburan semata.
Hati tak hanya untuk mengenang duka.
Dan tak hanya tuk berlabuh sementara.
.
Lebih baik tak perlu kau datang menghampiri.
Lebih baik tak perlu kau palsukan kata pada diri.
Lebih baik tak perlu kau ucap kalimat manis itu sendiri.
Karna diri ini tak hanya untuk pelampiasan kau semata hati.
.
Menyesal tlah menganggap lebih.
Menyesal tlah berharap pada Allah yg tak pasti.
Menyesal tlah berdoa dengan hati.
Dan menyesal tlah menggunakan perasaan dalam hati.
.
Smua tlah tampak layaknya kelabu biru, mendung lagi usang.
Seolah tudung yg tak terpasang.
Seolah kau tak kenal tandus nya padang.
Hingga hati,, kini seolah mati tak di pandang...
.
Salam bagi diri mu yg sempat hadir.
Salam bagi kalimat manis mu yg tlah mengendalikan ku bak montir.
Salam bagi hati mu yg beku tak mencair.
Tapi Mungkin, inilah yg di namakan taqdir.
.
.
.
Jangan kau lakukan smua ini pada orang lain. Cukup diri ini saja yg kau jadikan pelampiasan,, korban bersenjata tajam tak nampak ini. 😔
.
.
Smoga Allah taqdir kan kau dengan manusia sabar lagi taat.
Yg bisa menjaga mu dengan ketat.
Tanpa ada lagi harapan palsu yg melekat.
Apalagi cinta beralamat kan kalimat.
.
.
_Oyekjiddan_